SASTRA
PENGERTIAN SASTRA
Sastra (Sanskerta:
शास्त्र,
shastra) merupakan kata serapan dari bahasa
Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung
instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang
berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa
Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada
"kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau
keindahan tertentu.
Yang agak
bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih
mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah
pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah
salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan
sastra.
Selain itu
dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra
oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang
dijadikan wahana
untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Biasanya kesusastraan
dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.
Jadi, yang
termasuk dalam kategori Sastra adalah:
ILMU SASTRA
1.
Pengertian
ilmu sastra.
a. Dalam Ensiklopedia Sastra Indonesia, Hasanuddin
mengemukakan bahwa ilmu sastra dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah general
literature meliputi semua pendekatan ilmiah terhadap gejala sastra.
b. Dalam Kamus Sastra,
Eneste berpengertian bahwa ilmu sastra adalah bidang keilmuan yang obyek
utamanya karya sastra (1994: 47).
c. Ilmu Sastra adalah beberapa disiplin ilmu yang memiliki keterkaitan dan
hubungan langsung dengan kajian sastra. (Ahmad Muzakki: 2006; 25)
d. Ilmu Sastra adalah Ilmu yang mempelajari tentang sastra untuk memahami
dan menilai baik dan buruknya sastra.
Demikian perumusan pengertian ilmu
sastra secara sederhana, yaitu ilmu yang
menyelidiki karya sastra secara ilmiah dengan
berbagai gejala dan masalah sastra. Dari berbagai uraian pengertian di atas
rumusan ilmu sastra sebagai berikut :
1. Ilmu sastra ilmu yang menyelidiki sastra secara ilmiah.
2. Ilmu sastra ilmu yang menyelidiki karya sastra secara ilmiah.
3. Ilmu sastra segala bentuk dan cara pendekatan ilmiah terhadap karya sastra dan gejala sastra.
4. Ilmu sastra sebuah telaah sistematis mengenai sastra dan komunikasi sastra yang pada prinsipnya tidak menghiraukan batas-batas antarbangsa dan antarkebudayaan.
2. Ilmu sastra ilmu yang menyelidiki karya sastra secara ilmiah.
3. Ilmu sastra segala bentuk dan cara pendekatan ilmiah terhadap karya sastra dan gejala sastra.
4. Ilmu sastra sebuah telaah sistematis mengenai sastra dan komunikasi sastra yang pada prinsipnya tidak menghiraukan batas-batas antarbangsa dan antarkebudayaan.
2.
Ilmu
sastra terbagi atas 3 cabang yaitu:
a.
Teori Sastra; menyelidiki dasar-dasar pengertian tentang
hal-hal yang bersangkut paut dengan sastra, misalnya hakikat sastra,
genre/jenis sastra, aliran-aliran, gaya bahasa, unsur cerita, dll.
b.
Sejarah sastra: cabang ilmu sastra yang berusaha menyelidiki
perkembangan sastra sejak dari mula pertumbuhannya sampai perkembangannya yang
sekarang.
c.
Kritik Sastra: cabang ilmu sastra yang mengadakan
penyelidikan langsung terhadap suatu karya sastra tertentu. Ia mengadakan
pendalaman dengan analisis serta penafsiran, kemudian berusaha memberikan suatu
penilaian tentang berhasil atau tidaknya suatu karya sastra.
3. Macam-macam ilmu sastra lain.
a.
Sastra Umum: ilmu sastra yang membicarakan hal ihwal sastra
pada umumnya, terlepas dari masalah-masalah kekhususan dari kehidupan sastra
akibat adanya corak bangsa dan bahasa.
b.
Sastra khusus adalah ilmu sastra yang membicarakan kehidupan
sastra suatu bangsa atau suatu suku bangsa tertentu, atau sastra dengan suatu
media bahasa tertentu.
c.
Sastra perbandingan adalah ilmu sastra yang berusaha
menyelidiki adanya persamaan, perbedaan, dan pengaruh dari berbagai hal yang
terdapat pada dua atau beberapa sastra tertentu/sastra khusus.
4. Hubungan Timbal Balik Antar Cabang Ilmu Sastra
HUBUNGAN SEJARAH SASTRA DAN TEORI SASTRA
·
Penyelidikan sejarah sastra
memerlukan bahan pengetahuan tentang teori sastra.
·
Pembicaraan suatu angkatan
tidak akan terlepas dari pembicaraan tentang gaya bahasa, aliran, genre sastra,
latar belakang cerita, tema, dsb.
·
Teori sastra memerlukan
bahan-bahan hasil penyelidikan sejarah sastra.
·
Pembicarann tentang gaya
bahasa atau tentang suatu aliran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan
sastra secara keseluruhan.
·
Suatu pengertian tentang
teori sastra dimungkinkan mengalami perubahan dan
·
perkembangan sesuai dengan
data yang diperoleh dari sejarah sastra.
HUBUNGAN SEJARAH SASTRA DAN KRITIK SASTRA
·
Penelitian sejarah sastra
perlu bantuan kritik sastra, tidak semua KS yang terbit dijadikan penelitian
sejarah sastra.
·
Untuk memilih KS yang diteliti sejarah sastra perlu
bahan kritik sastra, sebab tugas kritik menentukan nilai suatu KS.
·
Kritik sastra membutuhkankan
bahan sejarah sastra, terutama dalam hal menentukan asli tidaknya sebuah KS
atau ada tidaknya unsur pengaruh dari sastra lain.
HUBUNGAN KRITIK SASTRA DAN TEORI SASTRA
·
Kritik sastra tidak akan berhasil tanpa
dilandasi oleh dasar-dasr pengetahuan teori sastra. Jika akan menganalisis sebuah KS, perlu dasar
teori tentang KS tersebut.·
·
Teori sastra merupakan sebagian modal
bagi pelaksanaan kritik sastra.
·
Kritik sastra merupakan pangkal dari
teori sastra, teori tanpa data merupakan teori kosong (in vacuo).
4. Ruang lingkup kajian ilmu sastra.
a.
Esensi sastra.
b.
Teori sastra.
c.
Sejarah sastra.
d.
Kritik sastra .
e.
Sastra perbandingan.
f.
Sosiologi sastra.
g.
Psikologi sastra.
h.
Antropologi sastra.
SENI SASTRA
Seni
sastra adalah seni yang mengungkapkan pengalaman jiwa dan perasaan dalam
bentuk bahasa, tulisan, dan kalimat yang mengandung nilai estetis
untuk mendapatkan kepuasan rohaniah. Bentuk karya sastra dapat berupa
prosa (struktur bahasanya bebas), puisi (struktur bahasanya
terikat/berima), dan drama (struktur bahanya disusun dalam bentuk lakon
atau cerita). Seni sastra (sastra sebagai seni) merupakan cabang dari
kebudayaan. Seni merupakan proses kreatif, seniman berupa ekspresi pengalaman
jiwanya mengenai kehidupan manusia dengan media tertentu menjadi karya seni.
BIDANG
SENI SASTRA
Seni sastra tidak hanya berhubungan dengan tulisan
tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman
atau pemikiran tertentu. Oleh karena itu seni sastra bisa dibagi menjadi dua,
yaitu :
- Seni Sastra Tulis
Seni sastra tulis adalah bentuk karya sastra yang
dituangkan dalam bentuk tulisan, yaitu kombinasi huruf yang mempunyai makna
atau arti. Jenis seni sastra tulisan yang berkembang dimasyarakat misalnya
dalam bentuk prosa, puisi, cerita, fiksi dan essai
- Seni Sastra Lisan
Seni
sastra Lisan adalah seni sastra yang disampaikan dengan bahasa lisa, yaitu
dengan dituturkan secara langsung kepada pendengar, dengan tanpa iringan musik tertentu.
FUNGSI SENI SASTRA
A. Sarana
Menyampaikan Pesan Moral
Sastrawan
menulis karya satra untuk menyampaikan model kehidupan yangdiidealkan dan
ditampilkan dalam cerita lewat para tokoh. Pesan moral yang berhubungan dengan
sifat-sifat luhur kemanusiaan, memperjuangkan hak dan martabat manusia.
B. Sarana Menyampaikan Kritik
Sastra
tulisan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik atas fenomena sosial
maupun politik dalam masyarakat. Misalnya, novel atau puisi yang mengemukakan
masalh kemiskinan, atau kesenjangan sosial. Melalaui satra masyarakat pembaca
menjadi berempati dan bersimpati yang pada akhirnya akan tergugah untuk
berpartisipasi menyelesaikan maslah sosial tersebut.
C. Menumbuhkan Rasa Nasionalisme dan
Penghargaan terhadap Kebudayaan Daerah
Seni sastra Indonesia merupakan wahan
ekspresi budaya dalam rangka upaya ikut memupuk kesadaran sejarah serta
semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme dalam seni sastra tidak hanya
aktual pada masa revolusi tetapi di era globalisasi yang dapat menganca,
sendi-sendi nasionalisme suatu bangsa.
PERKEMBANGAN SENI SASTRA
Perkembangan
seni sastra dapat dilihat dari zaman kuno yaitu zaman sebelum ditemukannya
tulisan, ketika manusia mengembangkan seni sastra melalui tradisi lisan yang
diwarikan mulut ke mulut dan disampaikan dari seorang penutur kepada orang lain
dalam bentuk cerita atau dongeng.
Kemudian pada zaman aksara, seni sastra
telah mulai dikembangkan dalam bentuk tulisan-tulisan atau karya sastra yang
pada waktu itu ditulis pada daun lontar. Peninggalan-peninggalan kuno dapat
dilihat di beberapa museum seperti Triwulan, dan dapat pula kita saksikan
tulisan kuno di museum nali yang memisahkan tentang kerajaan-kerajaan bali.
TEORI SASTRA
PENGERTIAN TEORI SASTRA, KRITIK SASTRA DAN SEJARAH SASTRA
Teori
sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip,
hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan
sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistem ilmiah atau
pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara
gejala-gejala yang diamati. Teori berisi konsep/ uraian tentang hukum-hukum
umum suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu.
Kata
Sastra yang berarti pustaka atau tulisan sejajar dengan kata-kata sastra,
kitab, schriftum,literatur dan litterature. Sementara itu kata sastra yang
berarti karya kreatif sejajar dengan kata-kata sastra,
ada,dichtung,letterkunde, belles,lettres. Dengan demikian karya sastra yang
relevan dengan pembicaraan kita kali ini adalah kata sastra yang berarti karya
kreatif manusia.
Slamet
Mulyana (1956:4) menyatakan bahwa keindahan dalam seni sastra dibangun oleh
seni kata. Seni kata adalah penjelmaan pengalaman jiwa diekspresikan ke dalam
keindahan kata. Seni sastra bersifat imajinatif. Walaupun seni sastra bersifat
imajinatif, namun dia berangkat dari kenyataan hidup secara obyektif. Dia
berangkat dari fenomena kehidupan nyata yang dapat dihayati, dirasakan dan
dimengerti. Pada karya sastra, faktor-faktor, fenomena kehidupan yang diangkat
itu menjadi fiksi makna. Meskipun ia menggunakan bahan-bahan dari kenyataan
objektif (realita yang hidup di masyarakat), kenyataan imajinatif dalam karya
sastra tidak identik lagi dengan kenyataan obyektif tadi. Hal ini dikarenakan
fakta-fakta dan kenyataan-kenyataan yang hidup didalam masyarakat tersebut
ditanggapi, dihayati dan didapati sedemikian rupa oleh imajinasi pengarang,
sehingga kita dijumpai dalam karya sastra adalah tokoh-tokoh imajinatif,
keadaan atau peristiwa yang imajinatif.
Berdasarkan
uraian di atas dapatlah dirumuskan pengertian susastra atau sasatra imajinatif,
seperti pendapat-pendapat berikut :
1)
menurut Rene Wellek ; Sastra (Literature) adalah kegiatan kreatif sebuah karya
seni yang bentuk dan ekspresinya imajinatif.
2)
Hornby ; Tulisan bernilai seni mengenai suatu subyek khusus kebutuhan manusia
dalam suatu negeri pada suatu masa.
3)
W.H Hudson ; sastra adalah ekspresi dari kehidupan dengan media bahasa yang
khas
4)
Jan van Luxemberg ; Sastra merupakan sebuah ciptaan kreasi yang berunsur
fiksionalitas, yang merupakan luapan emosi spontan.
5)
Jakob Sumardjo ; sastra merupakan ungkapan pribadi manusia yang berupa
pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk
gambar konkrit yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.
Dari
batasan sastra tersebut, dapat diketahui sifat-sifat sastra sebagai berikut :
1)
Sastra bersifat fictionality (khayali) ; maksudnya lewat daya imajinasinya
pengarang ingin mengungkapkan kenyataan-kenyataan hidup nyata ini menjadi
kenyataan imajinatif, sehingga kehidupan lebih bermakna dan menarik bagi
penikmat.
2)
Sastra mengandung nilai estetik (keindahan seni) sehingga karya sastra punya
daya pesona sendiri.
3)
Sastra memakai bahasa yang khas yaitu bahasa yang estetik.
Suatu
teori dapat dideduksi secara logis dan dicek kebenarannya(diverifikasi) atau
dibantah kesahihannya pada objek atau gejala-gejala yang diamati tersebut.
Kritik sastra juga bagian dari ilmu sastra. Istilah lain yang digunakan para pengkaji sastra ialah telaah sastra, kajian sastra, analisis sastra, dan penelitian sastra.
Untuk membuat suatu kritik yang baik, diperlukan kemampuan mengapresiasi sastra, pengalaman yang banyak dalam menelaah, menganalisis, mengulas karya sastra, penguasaan dan pengalaman yang cukup dalam kehidupan yang bersifat nonliterer, serta tentunya penguasaan tentang teori sastra.
Kritik sastra juga bagian dari ilmu sastra. Istilah lain yang digunakan para pengkaji sastra ialah telaah sastra, kajian sastra, analisis sastra, dan penelitian sastra.
Untuk membuat suatu kritik yang baik, diperlukan kemampuan mengapresiasi sastra, pengalaman yang banyak dalam menelaah, menganalisis, mengulas karya sastra, penguasaan dan pengalaman yang cukup dalam kehidupan yang bersifat nonliterer, serta tentunya penguasaan tentang teori sastra.
Sejarah
sastra bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu
ke waktu. Di dalamnya dipelajari ciri-ciri karya sastra pada masa tertentu,
para sastrawan yang mengisi arena sastra, puncak-puncak karya sastra yang
menghiasi dunia sastra, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar
masalah sastra.
Sebagai
suatu kegiatan keilmuan sastra, seorang sejarawan sastra harus mendokumentasikan
karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada,
pengaruh yang melatarbelakanginya, karakteristik isi dan tematik.
Hubungan
Teori Sastra dengan Kritik Sastra dan Sejarah Sastra
Pada hakikatnya, teori sastra membahas secara rinci aspek-aspek yang terdapat di dalam karya sastra baik konvensi bahasa yang meliputi makna, gaya,struktur, pilihan kata, maupun konvensi sastra yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, dan lainnya yang membangun keutuhan sebuah karya sastra.
Pada hakikatnya, teori sastra membahas secara rinci aspek-aspek yang terdapat di dalam karya sastra baik konvensi bahasa yang meliputi makna, gaya,struktur, pilihan kata, maupun konvensi sastra yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, dan lainnya yang membangun keutuhan sebuah karya sastra.
Di
sisi lain, kritik sastra merupakan ilmu sastra yang mengkaji, menelaah,
mengulas, memberi pertimbangan, serta memberikan penilaian tentang keunggulan
dan kelemahan atau kekurangan karya sastra. Sasaran kerja kritikus sastra
adalah penulis karya sastra dan sekaligus pembaca karya sastra. Untuk
memberikan pertimbangan atas karya sastra kritikus sastra bekerja sesuai dengan
konvensi bahasa dan konvensi sastra yang melingkupi karya sastra.
Demikian
juga terjadi hubungan antara teori sastra dengan sejarah sastra. Sejarah sastra
adalah bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu
ke waktu, periode ke periode sebagai bagian dari pemahaman terhadap budaya
bangsa.
Perkembangan sejarah sastra suatu bangsa, suatu daerah, suatu kebudayaan, diperoleh dari penelitian karya sastra yang dihasilkan para peneliti sastra yang menunjukkan terjadinya perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan karya sastra pada periode-periode tertentu.
Secara keseluruhan dalam pengkajian karya sastra, antara teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra terjalin keterkaitan.
Perkembangan sejarah sastra suatu bangsa, suatu daerah, suatu kebudayaan, diperoleh dari penelitian karya sastra yang dihasilkan para peneliti sastra yang menunjukkan terjadinya perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan karya sastra pada periode-periode tertentu.
Secara keseluruhan dalam pengkajian karya sastra, antara teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra terjalin keterkaitan.